Selasa, 21 April 2020

3 Bumbu Dasar Membuat Tulisan Seenak Burger

Resum materi Menulis Imam Fitri Rahmadi
bersama Om Jay yang ganteng

3 Bumbu Dasar Membuat Tulisan Seenak Burger
  
Semua orang bisa menulis, tapi menulis apa dulu ? Apakah menulis status di WA, facebook, atau menulis cerpen, artikel, dan karya ilmiah lainnya ? Mengapa penulis menanyakan hal tersebut ?

Kali ini, penulis akan berbagi tentang cara menulis yang seharusnya dipahami dan dilakukan oleh para penulis. Karena sejatinya, menulis itu bukan hanya menyalin ide dalam bentuk visual (tulisan), namun juga merupakan bagian dari aktualisasi dan ekspresi diri.

Ketika seorang penulis sudah terbiasa menulis setiap hari, maka jam terbangnya pun akan semakin tinggi dan tentunya penulis tersebut akan mendapatkan spot – spot terbaik yang dapat dituangkannya dalam bentuk tulisan. Tetapi, ibarat memasak, menulis itu bukanlah proses satu kali belajar menulis. Perlu banyak latihan dan bahkan perlu adanya pengalaman belajar terutama dalam mengenal 3 bumbu dasar untuk membuat tulisan yang enak dibaca. Jadi, memang betul jika dikatakan bahwa semua orang bisa menulis, namun belum tentu semua orang bisa menulis sesuai dengan dasar – dasar menulis yang benar.

Dalam kegiatan belajar menulis gelombang 4 tadi malam, kami mendapatkan materi yang sangat luar biasa. Sebuah pemaparan tentang dasar – dasar menulis: Kata, kalimat, dan paragraf, bersama Bapak. Imam Fitri Rahmadi. Beliau adalah peramu 3 Bumbu Dasar untuk menulis.

Profil Singkat Peramu 3 Bumbu Dasar Menulis

 Imam Fitri Rahmadi, seorang dosen Universitas Pamulang, pengelola jurnal reviewer jurnal kampus lain, penulis buku, seorang blogger dan seorang mahasiswa S3 di Johannes Kepler Universitat Linz Austria (2019 – sekarang). Mata kuliah yang ditekuni oleh beliau saat ini adalah “Academic Writing English”, yaitu menulis dalam konteks akademik. 

3 Bumbu Dasar Menulis


Pemilihan Kata
Coba perhatikan tiga kalimat berikut ini :
  1. Ibu guru sedang ngobrol – ngobrol dengan kepala sekolah.
  2. Ibu guru sedang berbincang – bincang dengan kepala sekolah.
  3. Ibu guru sedang berdiskusi dengan kepala sekolah.

Perhatikan kata yang ditebalkan pada kalimat di atas ! Ketiga kata tersebut mempunyai arti yang sama yaitu bertukar ide / informasi. Namun, mempunyai suasana yang berbeda. Kata ngobrol – ngobrol terasa lebih personal, kata berbicara terasa lebih formal, sedangkan kata berdiskusi terasa lebih akademik.

Contoh berikutnya yaitu dalam penyebutan kata ganti orang pertama tunggal. Jika kita menulis cerita fiksi, kita bisa menggunakan kata ganti  Aku atau Gue, untuk menimbulkan kesan lebih personal. Namun, untuk penulisan yang lebih formal, seorang penulis dapat menyebutkan kata “Saya”. Sedangkan dalam penulisan akademik, seorang penulis dapat mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif dan menghilangkan kata ganti orang. Lihat contoh berikut :
Kalimat “Saya melakukan penelitian ini untuk mendeskripsikan ….” Diganti dengan kalimat “Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan ….”

Intinya, pemilihan kata sangat tergantung dari tujuan penulisan kata tersebut, apakah untuk kepentingan personal, formal, atau akademik ?

Penulisan Kalimat
Kapan terakhir kali Anda belajar tentang pola kalimat ? Mulai dari kalimat sederhana, gabungan / majemuk, kompleks, dan campuran ? Pada saat duduk di bangku sekolah dulu, Penulis sangat senang belajar Bahasa Indonesia. Apalagi tentang Bahasa dan Sastra. Namun, jika sudah belajar tentang Tata Bahasa, penulis merasa kurang bersemangat dalam belajar.

Penulis menganggap bahwa tata bahasa ini bukanlah sesuatu yang penting untuk dipelajari, namun ternyata anggapan ini keliru. Sekarang penulis menyadari bahwa tata bahasa adalah hal dasar yang harus dikuasai oleh seorang penulis.

Ketika kita membaca tulisan orang lain, terutama yang ditulis di blog, pasti kesan berikutnya setelah judul adalah body dari blog itu sendiri, maksudnya adalah isi tulisannya. Secara sekilas, kita melihat bagaimana blogger menyajikan ide – idenya dalam bentuk paragraf demi paragraf. Setelah itu baru kita masuk pada tahap membaca tulisan itu kalimat per kalimat.

Macam – Macam Kalimat dan Contohnya :
  1. Kalimat sederhana
Kalimat sederhana disebut juga kalimat tunggal. Pola kalimatnya terdiri dari Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan Keterangan (K). Pola kalimat yang paling sederhana sekurang – kurangnya terdiri dari Subjek (S) dan Predikat (P). Contohnya : Adik Tidur. Dst.

  1. Kalimat majemuk
Terdiri dari 4 macam kalimat, yaitu :
a.       Kalimat majemuk setara
b.      Kalimat majemuk rapatan
c.       Kalimat majemuk bertingkat
d.      Kalimat majemuk campuran

  1. Kalimat gabungan
Merupakan gabungan dua kalimat atau lebih yang digabungkan dengan menggunakan kata – kata berikut : untuk, dan, maupun, tetapi, atau, namun, sehingga. Contohnya : Saya membaca tulisan di blog untuk menambah pengetahuan tentang cara menulis kalimat.

  1. Kalimat kompleks
Merupakan gabungan dua kalimat atau lebih yang digabungkan dengan menggunakan kata – kata berikut : ketika, setelah,
Contoh : Saya membaca tulisan di blog ketika sedang bekerja dari rumah.

5.          Kalimat campuran
            Merupakan campuran dari kalimat gabungan dan kalimat kompleks.
       Contoh : Saya membaca tulisan di blog untuk menambah pengetahuan tentang cara menulis kalimat ketika sedang bekerja dari rumah.

Jika kita ingin menulis cerita yang menarik dan tidak monoton, maka kita harus bisa menampilkan kalimat – kalimat yang bervariasi seperti di atas. Caranya : tulis kalimat topik dalam bentuk kalimat sederhana, baru kemudian lakukan variasi bentuk kalimat pada beberapa kalimat penjelasnya. Jadi, kalimat topik yang berlaku sebagai gagasan utama harus ditulis sesederhana mungkin. Hindari menggunakan kalimat gabungan dan kompleks untuk menuliskan gagasan utama. Sebaliknya, lakukan aneka variasi kalimat pada beberapa kalimat penjelas dan diperhalus transisinya dengan konjungsi atau kata penghubung.
Contoh penggunaan kalimat bervariasi dalam paragraf :
Bekerja dari rumah memiliki kekurangan dan kelebihan. Pada satu sisi, bekerja dari rumah menjadikan jadwal kerja tidak begitu jelas sehingga karyawan harus membuat jadwal jam kerja sendiri. Bekerja jadi tidak nyaman bagi yang memiliki rumah sempit. Pada sisi lain, bekerja dari rumah justru waktu menjadi lebih fleksibel dan lebih banyak waktu untuk keluarga. Selain itu, bekerja dari rumah bukan hanya dapat menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi tetapi juga menghemat biaya operasional kantor.

Penyusunan Paragraf
Bumbu dasar ketiga yang dibutuhkan untuk menulis adalah penyusunan paragraf. Paragraf merupakan kumpulan kalimat yang mempunyai satu kalimat topik (topic sentence) sebagai ide pokok atau gagasan utama (main idea) dan beberapa kalimat penjelas (supporting sentences) sebagai detail yang menjelaskan ide pokok.

Penulis sering mendapati pembahasan mengenai ide pokok pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IV SD. Biasanya setelah disajikan sebuah bacaan yang terdiri dari beberapa paragraf, siswa diminta untuk mencari ide pokok dari paragraf tersebut. Berdasarkan pengamatan, biasanya ide pokok terdapat di bagian awal paragraf. Jenis paragraf seperti ini disebut paragraf deduktif. Penulis merasa heran mengapa di SD, jenis paragraf yang digunakan adalah paragraf deduktif ? Ternyata manfaat dari paragraf deduktif adalah supaya menarik minat pembaca di bagian awal paragraf dan memudahkan siswa untuk memahami isi bacaan yang ada pada paragraf tersebut.

Jenis paragraf yang lain adalah paragraf induktif. Pada paragraf induktif, ide pokok terdapat di bagian akhir paragraf. Untuk bisa mendapatkan kesimpulan, pembaca harus membaca seluruh kalimat dalam paragraf terlebih dahulu.

Sebenarnya ada cara mudah untuk membuat kalimat topik sebagai gagasan utama dalam sebuah paragraf, yaitu dengan meletakkan ide pengontrol atau controlling idea pada setiap kalimat topik. Contohnya : Pencegahan virus corona dapat dilakukan dengan berbagai cara. Maka ide pengontrolnya adalah berbagai cara pencegahan virus, sehingga kalimat – kalimat penjelas dalam paragraf ini harus memberikan informasi tentang apa saja cara untuk pencegahan virus ini.

Tips Menulis Menggunakan 3 Bumbu Dasar


1.           Perbanyak membaca sebelum menulis, membaca akan membangkitkan inspirasi
2.           Carilah niche atau topik yang orisinil (belum ditulis oleh orang lain)
3.           Berlatihlah menggunakan konjungsi antarkalimat
4.           Awali menulis paragraf dengan pertanyaan “Apa / Mengapa” dari kalimat topik dan “Jika”.
5.           Gunakan susunan “Burger” dalam menyusun paragraf
Paragraf yang baik terdiri dari : Ide pokok, Kalimat penjelas, dan Kesimpulan
6.       Gunakan diksi yang tepat sesuai tujuan penulisannya, apakah personal, formal atau akademik ? Selain itu, pemilihan kata juga perlu disesuaikan dengan target pembaca.
7.        Gunakan 6 prinsip pemilihan kata sbb :
a.       Kata yang mudah dipahami
b.      Kata yang menunjukkan arti specific
c.       Kata yang kuat
d.      Kata bercetak miring
e.       Hindari menggunakan kata yang  berlebihan
f.       Hindari kata yang absolut / mutlak
8.           Perhatikan struktur penulisan artikel berikut : Judul, pengenalan topik, isi, kesimpulan
9.           Patuhi kaidah penulisan menurut PUEBI
10.       Belajarlah menghargai tulisan sendiri

Minggu, 19 April 2020

Ayo Hindari Kesalahan Dalam Memberikan Penugasan di Kelas Pembelajaran Jarak Jauh !!!

Resume Belajar Menulis Bapak Agus Sampurno
https://gurukreatif.wordpress.com
Oleh Busahman, S.Pd

Menjadi viral baru baru ini status dari para orang tua siswa yang kelelahan saat mesti mendampingi anaknya belajar secara online. Hampir semua orang tua mengeluh betapa kewajiban mendampingi anaknya menjadi hal yang luar biasa berat.
Pihak yang mencoba bijak pasti akan mengatakan bahwa saatnya orang tua siswa menyadari bahwa mendidik itu tidak mudah. Sebuah hal yang tidak akan laku dimata orang tua siswa yang menyekolahkan anaknya di sekolah swasta di kota besar yang bayarannya pastinya lumayan.
Hal yang sama juga tidak akan berlaku bagi orang tua yang mungkin punya banyak halangan dalam mendampingi anaknya, mulai dari dirinya yang mesti bekerja sampai tingkat pendidikan yang kurang menunjang.
Ada beberapa kesalahan yang dilakukan pendidik ketika menyelenggarakan kelas online atau kelas pembelajaran jarak jauh di tengah wabah Covid 19 ini
  1. Guru berniat sekali menggantikan kelas tatap muka nya dengan kelas online. Ini akan menimbulkan masalah baru karena pastinya waktunya akan panjang dan materinya berat. Solusinya: memberikan penugasan mingguan yang disitu sudah ada deadline atau batas waktu yang terjangkau dan terukur. Hal ini akan menghindari kerumitan bagi orang tua siswa.
  2. Guru belum melakukan pembagian antara mana siswa yang lebih cocok diberikan tugas online dan offline. Jika ini terjadi maka guru kerap hanya berfokus pada penugasan yang online saja. Saat yang sama ia akan bingung mengapa ada siswa yang respon nya lambat. Solusinya: Saatnya berikan pilihan pada ortu siswa apakah ingin tugas yang online atau yang offline. Jika online berarti orang tua sudah mengetahui mesti tugas menggunakan platform apa dan kapan mesti dikumpul. sementara untuk tugas offline mesti ada perjanjian pengumpulan tugas yang disetujui guru dan orang tua siswa.
  3. Guru hanya sibuk memberikan tugas kepada siswanya, namun tidak menemani orang tua siswanya dalam situasi krisis ini. Semua orang tua siswa menyadari bahwa tinggalnya anak mereka di rumah adalah keputusan diluar kemauan sekolah. Untuk itu solusi terbaik adalah luangkan waktu untuk satu hari diadakan diskusi antara guru dan orang tua siswa, caranya bisa macam macam bisa lewat grup chat atau menyebarkan survey mengenai keinginan dari orang tua siswa.
  4. Guru memberikan penugasan yang bertipe High order thinking skills atau HOTS. Ada juga guru yang menyuruh siswanya melakukan sesuatu yang memerlukan persiapan . Sebagai contoh ada orang tua siswa yang mengeluh anaknya diminta berpakaian adat kemudian di foto dan fotonya dikirim ke gurunya. Solusinya: berikan tugas yang memerlukan pendampingan minim dari orang tua siswa. Saat memberikan tugas, guru juga bisa menyelipkan panduan singkat bagi orang tua. Guru juga bisa memberikan estimasi waktu pengerjaan, sehingga orang tua yang sibuk bisa memperkirakan kapan ia mesti membantu, menyesuaikan estimasi waktu yang diberikan oleh guru anaknya
  5. Guru cenderung ingin menghabiskan target kurikulum. Hal ini bukanlah sebuah hal yang salah. Namun yang harus diingat bahwa kecenderungan tadi membuat seorang guru menjadi tidak fleksibel. Solusinya: Guru mesti menerima situasi bahwa saat ini adalah saat krisis yang terjadi diluar kehendak dirinya sebagai seorang guru. Untuk itu ketika seorang guru sudah menerima situasi ini maka ia akan lebih terbuka pada masukan sambil terus menerus mencari dan belajar dengan cara terbaik dalam mencari bentuk kelas online yang sesuai, atau jika beberapa minggu kemarin kelas online justru banyak menimbulkan masalah saatnya dicarikan skenario lain yang penting siswa tetap fokus dan siap belajar pada saat wabah telah selesai.

Banyak sekali prediksi yang beredar mengenai kapan situasi pandemi ini akan berakhir. Di banyak kota di Indonesia, waktu belajar di rumah terus diperpanjang oleh pemerintah setempat. Ini berarti sebagai seorang praktisi, guru perlu punya banyak ide agar kemitraan sekolah (guru) dan rumah tetap selaras. Dibalik ide yang cemerlang mesti ada empati dan rasa ingin memberikan yang terbaik, dengan demikian orang tua siswa merasa dirinya disupport, siswa mendapatkan manfaat dan guru pun optimis saat pandemi selesai anak anak didiknya siap belajar kembali dengan penuh semangat.

5 kata persuasive yang mengendalikan pikiran:
1.    You, yaitu : Tips menjadikan Anda sebagai guru yang disegani siswa
2.    Free, yaitu : Tips cara bebas dari masalah saat mengajar dikelas
3.    New, yaitu: Menggunakan aplikasi baru yang bisa digunakan untuk mengajar online
4.    Now, yaitu : bagaimana membuat kelas online anda efektif mulai dari sekarang
5.    Secret, yaitu Lima rahasia menghindari kesalahan dalam menyelenggarakan kelas  
     jarak jauh